Sabtu, 04 Juli 2015

BADAI MATAHARI

 Badai matahari adalah siklus rutin yang dijalani pusat tata surya Galaksi Bimasakti. Badai terjadi ketika matahari mengeluarkan gelombang elektromagnetiknya ke luar orbit yang dicirikan dalam aktivitas ledakan-ledakan. 
Sepanjang perjalanan, gelombang ini diikuti oleh Ejeksi Massa Korona, yaitu lontaran massa dari korona matahari, terutama proton, dengan kecepatan tinggi. Karena mengandung proton berkecepatan tinggi, Dhani menuturkan, gelombang tersebut bisa merusak apa yang dilewatinya, termasuk satelit komunikasi hingga satelit Global Positioning System(GPS).
Badai Matahari 2012 menerjang bumi dengan kecepatan 93 juta mil per jam. Di saat bersamaan, enam astronot tengah berada di Stasiun Ruang Angkasa Internasional.
Dailymail.co.uk menyebut keenam astronot terdiri atas ahli operasi penerbangan dan ahli matahari NASA. Mereka sengaja berada di stasiun ruang angkasa khusus untuk meneliti efek Badai Matahari yang diharapkan terjadi.
''NASA memutuskan bahwa keenam astronot di Stasiun Ruang Angkasa Internasional tidak perlu melakukan tindakan apapun untuk melindungi diri dari radiasi,'' kata juru bicara NASA, Rob Navias.
Sementara Antti Pulkkinen, fisikawan di Pusat Penerbangan Angkasa Goddar NASA, menyatakan ledakan matahari diikuti dengan tiga letupan. Letupan pertama datang dari radiasi elektromagnetik yang diikuti dengan letupan radiasi kedua dalam bentuk proton. 
''Letupan terakhir adalah coronal mass yang merupakan plasma dari matahari itu sendiri,'' katanya.
Plasma bergerak loncat dari matahari dengan kecepatan satu sampai dua juta mil per jam. Namun, ada ilmuwan yang menyebutkan kecepatan badai matahari itu bisa mencapai 4 juta mil per jam saat keluar dari matahari.
Badai matahari dapat menyebabkan banyak masalah nyata di bumi. Salah satunya adalah padamnya jaringan listrik.   Pada tahun 1989, badai matahari menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran di Quebec. Hal ini juga dapat menarik cahaya utara lebih jauh ke selatan.
[Fenomena] Badai Matahari 2012 | Tsunami atau badai matahari yang ramai menjadi perbincangan pada 2010 lalu ternyata nihil atau tidak terjadi.
[Fenomena] badai matahari merupakan peristiwa yang terjadi ketika muncul flare atau ledakan besar di atmosfer matahari dengan daya supertinggi.

Badai matahari bisa mengakibatkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt, dan jika sampai ke bumi, pancarannya akan mempengaruhi medan magnet bumi yang akan berdampak pada sistem satelit, listrik, dan frekuensi radio, atau bisa dibilang Bumi terancam kehilangan daya listrik.
[Fenomena] Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11 tahun. Namun, siklus tersebut diperkirakan mencapai puncaknya pada 2012-2013.
Badai matahari memang pernah melanda Bumi pada 1 September 1859. Namun, saat itu tidak terlalu berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang dengan listrik.
Adanya ancaman [Fenomena] badai matahari 2012 inilah yang sempat menguatkan mitos mengenai akhir dunia atau kiamat pada 2012. Sebuah mitos yang tak cukup bukti ilmiah untuk dipercaya.
Bayangkan jika lontaran massa matahari beskala besar mengarah ke bumi atau yang disebut Badai Matahari 2012 terjadi? Bumi akan kehilangan daya listrik.
[Fenomena] badai matahari tentunya akan berdampak pada berbagai macam peralatan tekhnologi yang digunakan masyarakat modern saat ini yaitu : hp, listrik rumah tangga, komputer, gps, radio, satelit dll, seperti kembali ke massa tanpa listrik.
Bumi laksana dibombardir oleh partikel energi tinggi, akibat adanya badai matahari terbesar sejak tahun 2005, dengan dampak yang paling terasa di bumi, tentunya adalah masalah komunikasi dan lalu-lintas pesawat yang memilik jalur udara mendekati wilayah kutub. 
Para ilmuwan pun mewanti-wanti, kedatangan partikel bermuatan itu dapat membahayakan satelit dan astronaut. Di beberapa lokasi, sambungan ponsel dan GPS juga dilaporkan terputus tanpa alasan yang jelas. 
Menurut Doug Biesecker, ahli fisika dari National Oceanic and Atmospheric Administration Space Weather Prediction Center (NOAA), mengatakan, gangguan komunikasi ini terjadi akibat radiasi mengganggu kinerja satelit. Sementara, sistem GPS terpengaruh karena medan elektromagnetik bumi terganggu radiasi badai matahari. Sedangkan, sinyal GPS harus melewati area yang terganggu itu. 
"Hal ini terjadi jika pada terbit atau terbenamnya matahari, menara seluler (tower) berada pada arah yang sama dengan matahari. Sinyal ponsel akan begitu lemah. Jadi, semua yang datang pada frekuensi itu bisa mengalahkan sinyalnya. Panggilan Anda tiba-tiba akan terputus, tetapi Anda tidak akan menyadari mengapa," jelas Biesecker. 
Ia menambahkan, fenomena ini dimulai dari sebuah letusan pada Minggu (22/1) malam. Ini ditandai dengan adanya loncatan api berukuran sedang yang meledak di dekat pusat Matahari. Kejadian ini telah meluncurkan tsunami energi kosmik dalam bentuk partikel bermuatan, radio statis, dan X-ray, melintasi jarak 93 juta kilometer ke arah Bumi. 
Namun, ini hanya menyebabkan gangguan kecil. Pasalnya, Bumi sendiri memiliki geomagnetik yang melindungi planet dari semua letusan matahari yang paling kuat. Dampak badai matahari dari hari Minggu itu, diperkirakan akan berlangsung sepanjang Rabu ini. 
Di tempat lain, maskapai penerbangan asal Amerika Serikat Delta Air Lines telah mengalihkan rute penerbangan yang melintasi daerah kutub untuk menghindari badai radiasi masif matahari di atmosfer bumi. Perusahaan yang berbasis di Atlanta ini mengatakan, perubahan beberapa penerbangan rute Detroit-Asia pun dilakukan untuk menghindari masalah komunikasi. 
"Ledakan ini dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi Anda. Jadi, pada dasarnya, rute kutub sedang dialihkan lebih ke selatan dari biasanya," kata Juru Bicara maskapai Anthony Black. 

Sedangkan efek positif dari badai matahari ini adalah adanya keindahan di langit kutub berupa Aurora. Fenomena ini dapat dilihat hingga selatan Chicago di belahan bumi utara. Aurora di belahan bumi selatan dapat dilihat di Tasmania dan Selandia Baru selatan. (bbc/skynews/dailymail/*/OL-2) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar